Relevansi Kurikulum dengan Tuntutan dan Kebutuhan Para Stakeholder

Politeknik Universitas Brawijaya melalui pelaksanaan pendidikan pada tahun 1982. Diantaranya terdapat Jurusan Teknik Elektronika dan Jurusan Listrik. Sebagai lembaga pendidikan profesional, pada awalnya bernama Politeknik Universitas Brawijaya dibantu oleh tanaga ahli dari Swiss yang bertindak sebagai Technical Assistant yang tergabung dalam Swiss Contact bersama dengan beberapa tenaga ahli dari indonesia yang telah mendapatkan pendidikan khusus dari pusat pengembangan pendidikan Politeknik Bandung.

Sejalan dengan pembangunan nasional dan perkembangan industri Telekomunikasi, pada tahun 1986/1987 dibuka Jurusan Teknik Telekomunikasi sebagai salah satu jurusan di Politeknik Universitas Brawijaya. Perkembangan selanjutnya, jurusan tersebut masing-masing menjadi program studi dalam Teknik Elektro. Dengan demikian berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0313/O/1991, jurusan terdiri dari 3 program studi serta sejak tahun 2004 menjadi 4 program studi:

  • Program Studi teknik Elektronika
  • Program Studi teknik Listrik
  • Program Studi teknik Telekomunikasi
  • Menejemen Informatika

Dalam pelaksanan pendidikan dan pengajaran, kurikulum Program Studi Teknik Telekomunikasi mengalami 4 (empat) kali perubahan. Perubahan yang terakhir dilaksanakan tahun 2007 dan sampai sekarang masih dipergunakan. Perubahan tersebut mengacu pada surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No.232/U/2002 Tentang kurikulum Inti pendidikan Tinggi.

Berdasarkan dari pedoman diatas maka terdapat perubahan kurikulum terakhir yang dipakai sekarang adalah kurikulum 2007. Kurikulum 2007 tersebut untuk memenuhi kebutuhan industri Teknik Telekomunikasi yang meliputi :  Sistem Multimedia, Jaringan Komputer serta Sistem Seluler.

Upaya-upaya untuk perubahan kurikulum tersebut dilakukan untuk meningkatkan aspek-aspek berikut ini:

(1) Kesuaian atau relevansi dari kurikulum,

(2) Kompetensi para lulusan,

(3) Kualitas dari para lulusan.

Adapun riwayat kurikulum pada Program Studi Teknik Telekomunikasi adalah sebagai berikut:

  1. Kurikulum pertama dikembangan pada tahun 1986/1987 oleh PEDC bandung (polytechnic education development center, tiap semester : 20 minggu @ 38 jam dengan durasi setiap mata kuliah : 50 menit
  2. Perubahan kedua dilakukan pada tahun 1996 yaitu setiap semester : 19 minggu @ 38 jam dengan durasi setiap mata kuliah : 45 menit.
  3. Perubahan ketiga dilakukan pada tahun 2000/2001 yaitu Kurikulum Nasional berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan Nasional RI No : 232/U/2000 tentang pedoman kurikulum pendidikan Tinggi. Program Studi telekomunikasi dibagi dengan konsentrasi  telekomunikasi Nirkabel (Wireless telecommunication) dan konsentrasi Telekomunikasi Kabel (On Wire telecommunication). Mata kuliah dibagi lima kelompok yaitu :

i)       MPK (mata kuliah kelompok kepribadian),

ii)      MKK (mata kuliah keilmuan dan ketrampilan,

iii)     MKB (mata kuliah keahlian berkarya)

iv)     MPB (mata kuliah perilaku berkarya)

v)      MBB (mata kuliah berkehidupan bermasyarakat)

  1. Perubahan ke empat dilakukan pada tahun 2007, yaitu kurikulum 5+1, artinya 5 semester kuliah di kampus dan 1 semester hanya praktek kerja di industri dan mengerjakan laporan akhir (yaitu semester terakhir). Dengan memasukan mata kuliah kewirausahaan dan sistem manajemen mutu, karena politeknik negeri malang dapat hibah dari Nuffic melalui ASPI. Pembagian kelompok mata kuliah tetap berdasarkan MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB.

Sedangkan konsentrasi antara wireless dan on wire dilebur menjadi satu karena tuntutan dunia kerja yang keduanya saling mendukung.